Saturday, August 29, 2015

Puisi Gus Mus (KH.Musthofa Bisri) menyindir pemahaman wahabi

Puisi Gus Mus (KH.Musthofa Bisri) menyindir pemahaman wahabi dalam coretan Cerita Auliya ini jika dikupas secara mendalam maka tidak akan habis untuk menceritakanya.Banyak dari kalangan masyarakat yang menyakini kebenaran dan keampuhanya cerita ini. Namun tidak ada yang tidak mungkin dari itu semua.Sebagai bagian dari keniscayaan-NYa kita hanya perlu untuk merenungkan dan menggambil hikmah dari cerita tersebut. Yang baik dan yang dapat kita ambil untuk pembelajaran maka kita berhak untuk mengambilnya. Namun jika dirasa kurang tetap bagi anda maka bolehlah sekali untuk mengklarifikasi dan menanykan pada ahlinya.

Sebenarnya cerita Puisi Gus Mus (KH.Musthofa Bisri) menyindir pemahaman wahabi dimulai dari perlakuan kejadian yang dialami oleh seseorang yang memang menyaksikan dan melihat sendiri. Dan lama kelamaan kejadian ini menyebar secara cepat dari mulut kemulut dan akhirnya bisa sampai pada semua orang untuk mengetahuinya. Dan terlepas dari itu semua kharismatik dari tokoh dalam cerita ini memang tidak diragukan lagi. Kemasyuranya dalam dunia spiritual dan intelektual memang mempuni.Sehingga sangat patut jika beliau mendapat gelar dan julukan yang tinggi.

Dan setiap daerah pasti punya cerita yang mungkin hampir mirip dengan cerita Puisi Gus Mus (KH.Musthofa Bisri) menyindir pemahaman wahabi ini, namun dari kemiripan ini pasti ada segi yang dapat kita renungkan bersama-sama.Ceritanya sampai sepanjang masa masih dikenang oleh masyarakat sekitar nya dan bahkan jika tiap penduduk sekitar suruh untuk menceritakanya.Maka dengan lancar dan mudah mereka akan menceritakan kejadian tersebut.Namun apakah kisah ini memang seperti ini adanya atau terlalu dibuat-buat kembali lagi pada kenyakinan kita masing -masing.

Dan untuk mengetahui cerita yang lebuh detailnya ada baiknya kita langsung saja baca ulasan berikut ini , semoga dengan ini kita diberikan kemudahan dalam memangaminya.Selamat membaca kisah selangkapnya dibawah ini



Puisi Gus Mus (KH.Musthofa Bisri) menyindir pemahaman wahabi.

KAU INI BAGAIMANA ATAU AKU HARUS BAGAIMANA ?
* Aku pergi tahlil, Kau bilang itu amalan jahil…
* Aku baca Shalawat burdah, Kau bilang itu bid’ah…
LALU AKU HARUS BAGAIMANA?
* Aku bertawasul dengan baik, Kau bilang aku musyrik…
* Aku ikut majelis dzikir, Kau bilang aku kafir…
LALU AKU HARUS BAGAIMANA?
* Aku sholat pakai lafadz niat, Kau bilang aku sesat…
* Aku mengadakan maulid ,kau bilang tak ada dalil yg valid…
* Aku gemar berziarah, Kau bilang aku alap-alap berkah…
* Aku mengadakan selametan, Kau bilang aku pemuja setan…
LALU AKU HARUS BAGAIMANA ?
* Aku pergi yasinan, Kau bilang itu tak membawa kebaikan…
* Aku ikut tasawuf sufi, malah kau suruh aku menjauhi…
YA SUDAHLAH ….. AKU IKUT KALIAN ….
* Kan kupakai celana cingkrang biar kau senang…
* Kan kupanjangkan jenggot agar dikira berbobot…
* Ku hitamkan jidad agar dikira ahli ijtihad…
* Aku akan sering menghujat biar dikira hebat…
* Aku akan sering mencela biar dikira mulia…
YA SUDAHLAH … aku pasrah pada Allah yg kusembah…

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Puisi Gus Mus (KH.Musthofa Bisri) menyindir pemahaman wahabi

0 comments:

Post a Comment