Wednesday, August 26, 2015

Keistimewaan Habibana Munzir Setiap malam bersama Rosulullah

Keistimewaan Habibana Munzir Setiap malam bersama Rosulullah dalam coretan Cerita Auliya ini jika dikupas secara mendalam maka tidak akan habis untuk menceritakanya.Banyak dari kalangan masyarakat yang menyakini kebenaran dan keampuhanya cerita ini. Namun tidak ada yang tidak mungkin dari itu semua.Sebagai bagian dari keniscayaan-NYa kita hanya perlu untuk merenungkan dan menggambil hikmah dari cerita tersebut. Yang baik dan yang dapat kita ambil untuk pembelajaran maka kita berhak untuk mengambilnya. Namun jika dirasa kurang tetap bagi anda maka bolehlah sekali untuk mengklarifikasi dan menanykan pada ahlinya.

Sebenarnya cerita Keistimewaan Habibana Munzir Setiap malam bersama Rosulullah dimulai dari perlakuan kejadian yang dialami oleh seseorang yang memang menyaksikan dan melihat sendiri. Dan lama kelamaan kejadian ini menyebar secara cepat dari mulut kemulut dan akhirnya bisa sampai pada semua orang untuk mengetahuinya. Dan terlepas dari itu semua kharismatik dari tokoh dalam cerita ini memang tidak diragukan lagi. Kemasyuranya dalam dunia spiritual dan intelektual memang mempuni.Sehingga sangat patut jika beliau mendapat gelar dan julukan yang tinggi.

Dan setiap daerah pasti punya cerita yang mungkin hampir mirip dengan cerita Keistimewaan Habibana Munzir Setiap malam bersama Rosulullah ini, namun dari kemiripan ini pasti ada segi yang dapat kita renungkan bersama-sama.Ceritanya sampai sepanjang masa masih dikenang oleh masyarakat sekitar nya dan bahkan jika tiap penduduk sekitar suruh untuk menceritakanya.Maka dengan lancar dan mudah mereka akan menceritakan kejadian tersebut.Namun apakah kisah ini memang seperti ini adanya atau terlalu dibuat-buat kembali lagi pada kenyakinan kita masing -masing.

Dan untuk mengetahui cerita yang lebuh detailnya ada baiknya kita langsung saja baca ulasan berikut ini , semoga dengan ini kita diberikan kemudahan dalam memangaminya.Selamat membaca kisah selangkapnya dibawah ini

SETIAP MALAM BERSAMA RASULULLAH SAW

AlKisah Al Allamah Al Musnid Habib Zein bin Ibrahim bin Smith (Madinah ) dengan Al Maghfurlah Assayyid Habibana Munzir Al-Musawa Alaihi Rahmatullah(Jakarta ) :
Kalau bukan karena ingin menyemangati, saya tak akan menjawabnya, Ruh beliau Nabi Muhammad SAW tak pernah tidak hadir dalam Majelis Maulid Dhiya ullami, banyak para jamaah bermimpi melihat Ahlul Badr, Ahlul Uhud, Para Wali masa lalu, bahkan para Nabi, hadir di majelis dhiya ullami, dan Ruh Rasul saw sudah ada sebelum 1 orang pun sampai, dan tidak keluar sebelum tak tersisa satu orang pun.
Ketika Habib Munzir bin fuad al musawa di pesantren al khairat Bekasi, pimpinan Habib Naqib bin syeich Abu Bakar bin Salim, beliau di tempatkan terpisah dari santri-santri lainnya. Beliau di tempatkan di rumah habib naqib dan di taruh di kamar atas. Kamar khusus. Padahal kamar tersebut khusus untuk tamu-tamu mulia seperti Al Arif Billah Abuya Muhammad bin Alwi Almaliki, Al Arif Billah Habib Zein bin Smith (Madinah), Al Arif Billah Habib Salim As Syatiri (rubat tarim), Al Arif Billah Habib Zein bin Smith (Madinah)
Ketika saya sudah lama bertahun tahun tidak jumpa dg Habib Zein bin smeith madinah, karena beberapa kali beliau ke indonesia saya tak sempat jumpa, maka ketika jumpa saya tertunduk tunduk mencium tangan beliau, maka Habib zein dg santainya berkata Ahlan wahai Munzir....
Saya berkata : wahai Habibana Zein, bagaimana habib masih kenal nama saya padahal saya lama tak jumpa habibana?, beliau menjawab : bagaimana aku lupa namamu, kau tiap malam ada dihadirat Rasulullah SAW. Hampir saya jatuh pingsan mendengar ucapan itu, dan beliau dg santainya pergi begitu saja menghadapi tamu tamu lain.
Wallahu`alam
Pahala agung, ketika anda rindu pada Rasul saw, saat itulah Rasul saw sedang rindu pada anda, saya mempunyai teman disuatu wilayah yg sangat rindu dg Rasul saw dan terus menangis jika mendengar kisah Rasul saw, namun ia belum juga mimpi Rasul saw,
lalu saya bermimpi, katakan pada pemuda itu tiap kalau ia menangis merindukanku, aku ada disampingnya, dan aku tidak meninggalkan ranjangnya sampai ia tidur pulas.., namun ketentuan pertemuan adalah ditangan Allah swt.
Orang yg rindu pada Rasulullah SAW maka ia telah dirindukan oleh Rasulullah SAW. اللهم صل على سيدنا و حبيبنا و شفيعنا و قرة أعيننا و مولانا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Wallahu`alam
“Allahumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammad nuuri-kas saari wa madaadikal jaari wajma’nii bihi fi kulli athwaari wa ‘ala alihi wa shahbihi yannuur”
dan jangan Lupa membaca Al-qur'an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Al-qur'an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur'an, dengan memahaminya atau tidak dg memahaminya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Keistimewaan Habibana Munzir Setiap malam bersama Rosulullah

0 comments:

Post a Comment