Sebenarnya cerita Ruh adalah bagaikan pasukan yg berkelompok dimulai dari perlakuan kejadian yang dialami oleh seseorang yang memang menyaksikan dan melihat sendiri. Dan lama kelamaan kejadian ini menyebar secara cepat dari mulut kemulut dan akhirnya bisa sampai pada semua orang untuk mengetahuinya. Dan terlepas dari itu semua kharismatik dari tokoh dalam cerita ini memang tidak diragukan lagi. Kemasyuranya dalam dunia spiritual dan intelektual memang mempuni.Sehingga sangat patut jika beliau mendapat gelar dan julukan yang tinggi.
Dan setiap daerah pasti punya cerita yang mungkin hampir mirip dengan cerita Ruh adalah bagaikan pasukan yg berkelompok ini, namun dari kemiripan ini pasti ada segi yang dapat kita renungkan bersama-sama.Ceritanya sampai sepanjang masa masih dikenang oleh masyarakat sekitar nya dan bahkan jika tiap penduduk sekitar suruh untuk menceritakanya.Maka dengan lancar dan mudah mereka akan menceritakan kejadian tersebut.Namun apakah kisah ini memang seperti ini adanya atau terlalu dibuat-buat kembali lagi pada kenyakinan kita masing -masing.
Dan untuk mengetahui cerita yang lebuh detailnya ada baiknya kita langsung saja baca ulasan berikut ini , semoga dengan ini kita diberikan kemudahan dalam memangaminya.Selamat membaca kisah selangkapnya dibawah ini
Ruh adalah bagaikan pasukan yg berkelompok
Al Habib Munzir Almusawa menyampaikan :
Saudaraku yg kumuliakan, ruh adalah hakikat kehidupan kita, ruh abadi, berpindah pindah dari alam ruh ke alam rahim, ke alam dunia, ke alam barzakh dan ke alam akhirat, dalam alam yg berbeda, keadaan yg berbeda, hukum yg berbeda,
Rasul saw bersabda : "Ruh adalah bagaikan pasukan yg berkelompok,jika saling mengenal maka saling berdampingan, jika saling berselisih maka ia berpisah" (Shahih Bukhari)
Hubungan jasad bisa terputus dg kematian, namun hubungan ruh tak bisa diputus dengan kematian,hubungan jasad bisa dibatasi dg jarak dan waktu, hubungan ruh tak bisa dibatasi dg jarak dan waktu, hubungan jasad hanya bertemu sesaat dan berpisah, tapi hubungan ruh bisa abadi jika tak saling bermusuhan.
Jadi jika seseorang mencintai gurunya maka ruhnya bersama ruh gurunya, meskipun jasadnya terpisah namun ada hubungan ruh antara keduanya, seperti rantai atau kabel telepon yang mengikat dengan ruh gurunya dan sangat beruntung seseorang yang mempunyai guru yang memiliki sanad, karena terus tersambung dan tidak akan terputus, karena sang guru memiliki rantai sanad kepada gurunya yang lebih shalih darinya, terus bersambung hingga sampai ke Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Rasul saw mencintai kita dan memperhatikan kita lebih dari ayah bunda kita, beliau saw adalah ayah ruh bagi semua ummatnya, maka ruh kita tetap mudah berhubungan dengan ruh beliau saw, lewat mimpi misalnya, nah.. perkuat hubungan ruh anda dengan ruh beliau saw dengan shalawat ini :
"Allahumma shalli alaa ruuhi sayyidina muhammadin fil arwah, wa 'ala Jasadihi filjasad, wa alaa Qabrihi filqubuur"
(wahai Allah limpahkan shalawat pada Ruh Sayyidina Muhammad di alam arwah, dan limpahkan pula pada Jasadnya di alam Jasad, dan pada kuburnya di alam kubur)
demikian.
Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad
0 comments:
Post a Comment